PROPOSAL
BUDIDAYA SEMANGKA
( UPAYA UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN JIWA
KEWIRAUSAHAAN PADA PEMUDA PEMULA )
Diajukan oleh :
MUJAHIDIN
KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Alamat
: Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Pusat
Telp
: (021) 5738612 Fax. (021)5738151
TAHUN
ANGGARAN 2015-2016
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Sehubungan pelaksanaan program
pemerintah yang di arahkan pada sektor pertanian,dalam hal ini pertanian yang
menuju berkesinambungan menuju pertanian organik/non kimia yang hasilnya aman
di konsumsi oleh masyarakat maka salah satu produk pertanian yang hamper di
konsumsi oleh semua warga masyarakat.
Budidaya tanaman semangka di gemari oleh para petani dan
konsumen.tanaman semangka adalah
tanaman dari daerah tropis ,tumbuh baik
di dataran rendah-menengah(0-700 MDLP),penyakit utama yang menyerang ,di
antaranya(layu fusarium ,kresek,embun
tepung,busuk batang berlendir,rebah kecambah) kegagalan dapat mencapai 80%,
daya kecambah dan penyerbukan menjadi masalah khususnya pada non biji.
2. TUJUAN
Adapun pelaksanaan Kewirausahaan Pemuda Pemula bertujuan
sebagai berikut:
1. Untuk menumbuhkan kretifitas Pemuda
dalam bidang pertanian
2. Melatih Pemuda menesuaikan diri
dalam kehidupan masyarakat
3. Menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan tentang dunia usaha/agribisnis serta menambah jiwa wiraswasta
4. Mengembangkan sikap mandiri
5. Memperluas pengalaman belajar diunit
usaha lain
3. MANFAT
Adapun manfaat dari kegiatan Kewirausahaan Pemuda Pemula yaitu:
1. Dapat menumbuhkan pola pikir yang
lebih luas tentang pertanian
2. Dapat membandingkan teori yang di
dapat di sekolah dengan di lapangan
3. Dapat mengembangkan semangat jiwa
wirausaha
4. Dapat menerapkan teknolagi pertanian
4. TENTANG SEMANGKA
- Sifat sifat Botani Tanaman
Semangka termasuk family
cucurbitaceae.sosok tanaman bersulur merambat tergolong tanaman semusim.
Artinya hanya dapat menghasilkan buah sekali saja kemudian tanaman akan kering
dan mati. Lamanya umur tanaman ini tumbuh sampai buah masak, pada kondisi lahan
dan cuaca normal adalah70-100 hari, sejak bibit di tanam. Untuk selanjutnya
masa tersebut kita sebut periode penanaman. Secara sepintas masing-masing
bagian tanaman tersebut di uraikan sebagai berikut
- Akar
Tanaman ini berakar serabut, maka semangka menghendaki tanah
yang gembur dan porous.
- Batang
Batang utama tanaman ini dapat bercabang 2-3 cabang
produktif yang kita sebut cabang lateral.
- Daun
Daun tanaman berbentuk cuping, terletak bersebrangan
beraturan sepanjang sulur tanaman. Panjang sulur dapat mencapai 5-6 meter atau
lebih, tergantung kondisi di sekeliling tanaman itu sendiri (kesuburan tanah).
- Bunga
Tanaman semangka timbul di ketiak tangkai daun.pada setiap
tanaman akan muncul beberapa kuntum bunga yang berwarna kuning cerah sengga
mampu memikat serangga.serangga ini secara tidak langsung membantu proses
penyerbukan
tanaman semangka tidak memiliki
bunga yang sempurna,artinya antara tepung sari dan kepala putikyang di miliki
setiap bunga tidak terletak pada bunga yang sama. Tepung sari terletak pada
bunga yang bertangkai lurus yang kita sebut bunga jantan.sedangkan kepala putik
terdapat pada bunga yang tangkainya terlihat adanya bakal buah yang
mengelembung. Bunga ini kita namakan bunga betina.
Bunga betina yang berserbuk sempurna
akan berkembang menjadi bunga semangka, yang bentuknya sesuai dengan varietas
induknya
- Buah
Secara umum, bentuk buah semangka di kelompokkan menjadi 3
golongan, yakni;
a. buah berbentuk bulat
b. buah berbentuk buah tinggi
c. buah berbentuk bulat panjang (oblong)
ketiga bentuk buah tersebut
mempunyai kulit buah bergaris memanjang atau polos,tergantung dari varietasnya.
Begitu pula ukuran besar buah,menurut permintaan pasar saat ini (2015) ukuran
buah di kelompokkan menjadi:
a) Klas A
:buah berukuran 4Kg ke atas, bentuk buah proporsional/tidak keropos
b) Klas
B :buah berukuran 2-4 Kg
c) Klas
C :buah berukuran kurang dari 2Kg
d) Klas BS
:buah yang kurang layak di jual, akibat bentuknya yang kurang sempurna ataupun Sebab
lainnya tanpa memandang berat buah itu sendiri.
Daging
buah berupa remah yang mengandung banyak air, berwarna merah ataupun kuning,
tergantung dari varietas induknya.pada varietas semangka haploid (berbiji),bijinya terletak relative agak di tengah buah ,
biji buah semangka yang sudah tua berwarna coklat kehitam hitaman.
- Syarat Tumbuh
Syarat
tumbuh untuk tanaman semangka non biji yang baik yaitu meliputi syarat iklim
dan syarat tanah antara lain sebagai berikut.
a.
Iklim
iklim sangat cocok pada tanaman semangka yaitu iklim
tropis,pada umumnya tanamn semangka dapat tumbuh pada udara dingin dan
panas,akan tetapi tanaman semangka akan tumbuh dengan baik dan buah dapat
tumbuh dengan maksimal pada udara panas dengan kisaran suhu harian 20-30 c
b.Syarat
Tanah
syarat tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah
harus subur,dan tanah liat yang berpasir atau tanah andosor maupun latosol
dengan PH tanah antara 5,0-6,5.
c.
Syarat Daerah
tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik apabila berada di
daratan rendah maupun di daratan tinggi yaitu pada ketinggian 0-500 MDL.
5. PELAKSANAAN
- Waktu Dan Tempat
- waktu
Pelaksanaan
Kewirausahaan Pemuda Pemula berlangsung kurang lebih 70 hari,terhitung dari Bulan
Mei sampai Bulan Juli 2015.
- Tempat
Pelaksanaan Kewirausahaan
Pemuda Pemula bertempat :
Nama :
Mujahidin
Desa :
Jogoloyo Rt. 01/04
Kecamatan : Wonosalam
Kabupaten : Demak
Provinsi : Jawa Tengah
- Kegiatan-kegiatan
Kegiatan teknik budidaya tanaman semangka Non Biji meliputi:
a. Pengolahan Tanah
Semangka (citrullus lanatus) dapat tumbuh baik di
dataran rendah sampai menengah.semangka menyukai lahan terbuka dengan sinar
matahari penuh,suhu udara panas dan kering.semangka menyukai tanah yang subur
,kaya bahan organic,gembur,drainasi yang baik,bebas gulma,dan PH tanah
netral.maka di perlukan di lakukan tahapan pengolahan tanah yakni sebagai
berikut;
1) Penyiapan lahan
Sebelum
melakukan proses pengolahan tanah terlebih dahulu kita menentukan lahan yang
akan di olah,yang nantinya akan di jadikan sebagai media tanam pada tanaman
semangka.selanjutnya ialah mengukur luas lahan yang bertujuan untuk mengetahui
berapa luas panjang dan lebarnya suatu
lahan,jumlah bedengan,jumlah bibit yang di butuhkan,serta pupuk dasar yang di
perlukan.
2) Mengukur PH Tanah
Mengukur PH tanah suatu lahan sangatlah penting yang
bertujuan untuk mengetahui besar
kecilnya unsur BASA dan unsur ASAM tanah .
ALAT UKUR PH TANAH
· HIJAU
menunjukan tanah ke unsure BASA maka harus di perbanyak POSPOR.
· MERAH menunjukan tanah ke unsure
ASAM maka harus di tambahkan KAPUR DOLOMID ATAU ABU SEKAM.
Tabel. 1.ALAT UKUR PH TANAH
PH
VOLUE
OF
SOIL
|
CARBONATE
OF LIME
PER
SATU HEKTARE
|
SLAKED
LIME
PER
SATU HEKTARE
|
CAUSTIC
LIME
PER
SATU HEKTARE
|
4,0
|
ABOUT 1690 Kgs
|
ABOUT 1610 Kgs
|
ABOUT 1130 Kgs
|
4,5
|
1500
|
1430
|
1020
|
5,0
|
1130
|
1050
|
720
|
5,5
|
750
|
720
|
530
|
6,0
|
380
|
340
|
270
|
6,5
|
LITTLE
|
LITTLE
|
LITTLE
|
ABOVE
7,0
|
NONE
|
NONE
|
NONE
|
3) Sanitasi Lahan Dan Pengolahan Tanah
Sanitasi
lahan di lakukan agar areal tempat pengolahan tanah mudah di kerjakan dan agar
terlihat bersih,untuk sanitasi lahan kita dapat di lakukan dua \\cara yaitu dengan cara: di paras menggunakan (Mesin
paras,parang/sabit,cangkul)dan di semprot
menggunakan (herbisida). Setelah di lakukan sanitasi lahan selanjutnya
Pengolahan tanah.pengolaha tanah dapat di lakukan dengan menggunakan
traktor,bajak garu,bajak sapi,cungkul dan lain-lain agar tanah dapat
terbalik.tujuan pembalikan tanah adalah agar.
4) Pembuatan Draenase
a. Pembuatan draenase antara bedengan
Lebar
draenase antara bedengan adalah 25 cm di tarik dari samping garis poros dan 25
cm dari garis poros sisi lainnya sehingga lebar keseluruhan draenasenya adalah
50 cm maka ke dalaman draenase antara bedengan adalah 30-50 cm.tujuannya
adalah:
·
Untuk memudahkan proses perawatan tanaman karena kita dapat
berjalan di antara bedengan melalui draenase
·
Agar air yang turun,langsung dapat mengalir ke saluran
draenase sehingga air tidak menggenangi tanaman
·
Pembuatan Draenase
Tujuan
pembuatan draenase keliling (parit) adalah untuk mengairi tanaman apabila
tanaman kering dan di jadikan sebagai
saluran pembuangan apabila tanaman kelebihan air akibat curah hujan dan
lainnya.
5) Pembuatan bedengan
Pembuatan
bedengan dengan menggunakan cangkul ,Bentuk bedengan baris tanaman
ganda,bedengan melintang pada areal penanaman.jarak antara bedengan 5-6 meter,
tinggi bedengan 20-30 cm.yang bertujuan untuk :memperbaiki tekstur tanah
menjadi gembur,mempermudah pertumbuhan akar,mempermudah proses penyerapan air
ke dalam tanah.dalam pembuatan bedengan kita langsung melakukan pencacahan
tanah yang sekaligus di ratakan agar pemasangan mulsa agak mudah.
6) Pemberian pupuk dasar dan pemasangan mulsa
·
Pupuk kandang,di berikan seminggu sebelum tanam sebanyak 1-2
kg setiap lubang.
Pemberian
pupuk dasar di lakukan dengan cara di
taburkan ke setiap bedengan, setelah kurang lebih 7 hari setelah pengapuran.
Dengan menggunakan menggunakan pupuk:
·
ZA(150 kg)
·
SP-36(100 kg)
·
KCL (150 kg) per ha.
Persiapan lubang tanam di lakukan 1
minggu sebelum bibit di pindah,lubang berdiameter 20cm lubang tanam di buat
dengan jarak antara 50-60cm.
Ukuran mulsa yang di gunakan petani umumnya 120 cm,tetapi pada tanaman
semangka mulsa yang ukuran 120 cm Masih harus di belah dua sehingga ukuran
mulsa menjadi 60 cm.kebutuhan mulsa adalah3 Roll/ha.
Cara pemasangan mulsa adalah mulsa
di bentangkan seukuran panjang bedengan lalu mulsa di tindis dengan menggunakan
tanah dari bedengan sambil mulsa di tarik pada ujung sisi lainnya ,agar mulsa
dapat lebih kencang.perlu di ketahi mulsa memiliki 2 warna pada dua sisi yaitu
bewarna hitam dan perak.maka cara pemasngan nya warna hitam di hadapkan ke
bawah dan perak menghadap ke atas.
7) Penaburan kapur dolomite
Penaburan kapur dolomite bertujuan
untuk menetralisir tingkat keasaman tanah hingga PH tanah menjadi netral
,kebutuha kapur dolomite pada tanah ialah 5 kwintal/ha, sehingga kebutuhan pada
lahan selebar 800 m adalah 40 kg.
Gambar.PH tanah DM 5.
Tabel 2. Anjuran pemberian kapur
DERAJAT
KEASAMAN
TANAH(PH)
|
REAKSI
TANAH
|
KEBUTUHAN
DOLOMITE/
CALMAG(TON/HA)
|
<4.0
|
PALING ASAM
|
>10.24
|
4.0
|
SANGAT ASAM
|
10.24
|
4.2
|
SANGAT ASAM
|
9.28
|
4.4
|
SANGAT ASAM
|
8.34
|
4.6
|
ASAM
|
7.39
|
4.8
|
ASAM
|
6.45
|
5.0
|
ASAM
|
5.49
|
5.2
|
ASAM
|
4.54
|
5.4
|
ASAM
|
3.60
|
5.6
|
AGAK ASAM
|
2.65
|
5.8
|
AGAK ASAM
|
1.69
|
6.0
|
AGAK ASAM
|
0.75
|
6.1-6.4
|
AGAK ASAM
|
<0.75
|
6.5-7.5
|
NETRAL
|
-
|
7.5-8.5
|
AGAK BASA
|
-
|
8) Membuat koker
Sebelum
melakukan yang namanya pemecahan benih,kita perlu membuat koker sebagai media
tanam benih yang telah di pecahkan dan di kecambahkan .media yang di gunakan
yaitu, tanah yang subur/pupuk kandang .dan di gunakan kantong
plastik/polybag yang berdiameter kecil untuk membuat suatu kokeran.
b. Penyiapan Benih
Dalam
melakukan penyiapan benih, hal yang perlu di perhatikan adalah mencari benih
yang unggul dan mengecek kemasan ,bagus atau masih tertutup rapi serta melihat
batas tanggal kadaluarsa pada kemasan ,baik pada semangka non biji atau bebiji.
Tujuan
penggunaan dari benih semangka berbiji pada budidaya tanaman semangka non biji adalah
tanaman semangka bebiji di gunakan sebagai pejantan dari semangka non
biji.karena pada semangka berbiji hanya di ambil bunga jantannya yang harus di
kawinkan pada bunga betina semangka non biji.
1. Alat dan Bahan yang di gunakan dalam
penyiapan bibit adalah ,sebagai berikut:
Ø Alat
a) Tang sepi atau gunting kuku
b) Mangkok
2. Bahan
Ø Benih semangka berbiji dan non biji
3. Penyiapan bibit semangka non biji
·
Membeli benih semangka yang bermutu
·
Melihat batas tanggal kadaluarsa benih pada kemasan
·
Membuka kemasan benih semangka
·
Menuang benih semangka ke mangkok
·
Ambil satu benih kemudian pegang benih pada bagian yang
bulat dengan ibu jari dan telunjuk tengah kiri
·
Masukan bagian lancip benih ke sela-sela alat tang sepi
·
Retakkan benih perlahan-lahan hingga terdengar bunyi ‘’klik’’hindari
menekan berlebihan karena dapat merusak keping benih rusak maka benih tidak
akan menjadi kecambah.
·
Pisahkan benih yang telah di retakkan untuk menghindari
tercampurnya benih yang telah mendapat proses peretakkan dan yang belum di
retakkan.
4. Penyiapan benih semangka berbiji
·
Membeli benih yang bermutu
·
Melihat batas tanggal kadaluarsa benih pada kemasan
·
Membuka kemasan benih semangka
·
Menuangkan benih semangka ke mangka
·
Menuangkan benih semangka ke mangkok
5. Perkecambahan
Dalam
proses perkecambahan ada dua cara yang di dapat di lakukan untuk memecahkan
benih/masa dormansi besih dengan sistem basah dan sistem kering.
Alat dan Bahan yang di gunakan dalam
proses perkecambahan sistem basah sebagai berikut;
Alat
:
1.
Tang sepi atau Gunting kuku
2.
Daun pisang
3.
Kertas koran
4.
Panci
5.
Kain
kering
6.
Baki atau Loyang
Bahan
:
1.
Benih semangka non biji
2. Air
Pre-persemaian sistem basah,pelakuan khusus pada tahap
penyemaian.
*PEMECAHAN BENIH
SISTEM BASAH*
·
Rendam benih dari jam 20.00 malam sampai jam 06.00 pagi,air
yang di gunakan untuk merendam benih adalah air hangat-hangat kuku di loyang.
·
Setelah di rendam di cuci dengan air biasa sampai
bersih,untuk menghilangkan lendir di kulit benih.
·
Tiriskan/di angin-anginkan
benih yang telah di cuci bersih di baki.
·
Retakkan benih di lakukan dengan menggunakan alat tang sepi atau gunting kuku jangan sampai merusak
calon akar dalam benih,bagian biji yang di pecahkan di tempat keluarnya akar .seperti gambar di
bawah!!!
·
Siapkan daun pisang,kertas Koran untuk
perkecambahannya,lapiskan daun pisang 2 lembar dan di atasnya kertas koran yang
telah di basahi.lalu tiriskan benih yang telah di pecahkan di atas Koran
minimal 2sendok makan,lalu daun lipat dengan rapi.
·
Simpan lipatan tersebut ke dalam panci yang telah di lapisi
dengan kain yang kering.
·
Jemur panci di terik matahari selama 2 jam ,setelah di jemur
2 jam simpan ke dalam rumah /di tempat yang di rasa paling aman, sampai benih
mengeluarkan akar /berkecambah selama 24-36 jam.
Alat dan bahan yang di gunakan dalam
proses perkecambahan sistem kering adalah sebagai berikut;
ALAT
1. Tang sepi/gunting kuku
2. Kardus berukuran panjang 45cm lebar
35cm dan tinggi 43cm.
3. 1 set lampu pijar 15 watt
4. Aluminium foil
5. Lakban kertas
6. Baki
7. Kertas merang/stensil/Koran/kain
katun yang bersih
BAHAN
1. Benih semangka non biji
2. air
*PEMECAHAN BENIH SISTEM KERING*
·
Retakkan kulit tempat keluar akar benih dengan tang sepia
tau gunting kuku,jangan sampai merusak calon akar dalam benih.
·
Rendam benih yang telah di retakkan dalam air hangat kuku
selama 20-30 menit.
·
Cuci benih dengan air bersih untuk menghilangkan lender di
kulit benih.
·
Tempatkan benih dalam kertas lembab(kertas
merang/stensil/Koran/kain katunyang bersih)kemudian di gulung atau di lipat
dengan rapi.
·
Kemudian ,lapisi kardus dengan aluminium foil dengan bantuan
lakban, buat ‘’jendela’’untuk memasukan benih dan tutup semua sisi kardus
dengan lakban,lalu lubang bagian atas kardus untuk memasukan kabel .pasang
kabel listrik,piting dan bola pijar 15 watt.panjang gantungan kabel dalam
kardus 22 cm.
·
Kertas gulung di simpan pada tempat hangat di dalam
kardus(dengan bantuan bola lampu pijar yang telah di siapkan)suhu tidak boleh
melebihi 38°C.
·
Semai benih/pindah benih yang sudah berakar ke
polybag(setelah di kecambahkan selama kurang lebih 24-36 jam).
·
Media tanam dan pembuatan sungkup
Dalam
kegiatan persemaian media tanam yang di gunakan antara lain ;
a. Tanah yang gembur
b.
Pupuk kandang
c.
Plastik polybag
Pembuatan sungkup bertujuan untuk melindungi persemaian dari
hujan dan panas matahari secara langsung,ada beberapa tipe yang dapat kita gunakan yaitu;
·
Sungkup tipe miring
·
Sungkup tipe segitiga
·
Sungkup tipe penuh.
Tetapi
yang kita gunakan adalah sungkup tipe penuh,caranya!sebelum pembuatan sungkup,
benih yang telah berkecambah di pindahkan ke volybag, taburkan persemaian
dengan karbofuran! menjaga agar hama yang menyerang bisa mati.lalu, tutup
dengan karung yang telah di basahi
kemudian diatasnya di lapisi dengan daun kelapa atau daun pisang.setelah2
hari buka daun kelapa dan karung.lalu,persiapkan untuk pembuatan sungkup.
c. Penanaman
Penanama
bibit semangka non biji ketika bibit
sudah berumur 5-7 hari setelah semai
atau bibit semangka sudah mencapai daun ke dua
maksimal daun ke tiga bibit sudah
bisa di tanam.khusus untuk semangka non biji perlu di tanam semangka
berbiji juga dengan perbandingan 1:6 sebagai polinator .1 tanaman semangka
berbiji di gunakan untuk mengawinkan 6 semangka non biji.
Tahap tahap dari penanaman adalah
sebagai berikut:
i.
Penanaman sebaiknya di lakukan pagi dan sore hari setelah
suhu udara tidak terlalu panas
ii.
Areal penanama di genangi air sekitar ¾ tinggi bedengan menjaga agar tanah tetap lembab,
iii.
Lubang tanam di buat dengan cara di tugal dengan kayu yang
pada bagian ujungnya di lancipkan
iv.
Sebelum bibit di tanam ,bibit harus di siram hal ini
bertujuan agar pada saat polybag di
sobek tanah tidak hancur
v.
Bibit yang di tanam harus di seleksi yang lebih subur
pertumbuhannya di dahulukan.
d. Perawatan /Pemeliharaan
Adapun
perawatan/pemeliharaan semangka non biji
adalah:
1. Pemupukan
Pemupukan
dilakukan dengan cara di kocorkan, kemudian di siramkan di pangkal tanaman
semangka .tujuan dari pengocoran adalah untuk mempercepat pertumbuhan akar dan
batang.
Kebutuhan pupuk susulan untuk
tanaman semangka adalah sebagai berikut:
Tabel.3. Kebutuhan Pupuk Susulan
NO
|
UMUR
TANAMAN
|
JENIS
PUPUK
|
KONSENTRASI
PUPUK
|
DOSIS
PER TANAMAN
|
CARA
APLIKASI
|
1
|
7
HST
|
NPK
DAN ZA
|
Di
kocor
|
||
2
|
14
HST
|
NPK
DAN ZA
|
Di
kocor
|
||
3
|
21
HST
|
NPK
DAN ZA
|
Di
kocor
|
||
4
|
38
HST
|
PONSKA
|
Di
tugal
|
||
5
|
41
HST
|
PONSKA
DAN ZA
|
Di
kocor
|
||
6
|
44
HST
|
PONSKA
DAN ZA
|
Di
kocor
|
Pemupukan tugal di lakukan ketika buah semangka sebesar
batu baterei,setelah pemupukan tugal di lakukan di seling 3 hari di pupuk lagi
dengan takaran yang sangat tinggi,biasanya yaitu 1kg per 10 liter air,dengan
menggunakan pupuk PONSKA dan Za.lalu di seling lagi 3 hari di pupuk lagi dengan
PONSKA dan Za,takaran setengah kilo per 10 L air. 4 hari kemudian di lakukan
penyiraman dan seminggu sebelum panen di lakukan lagi penyiraman terakhir,setelah
penyiraman terakhir birkanlah tanaman tetap kering .menjaga agar buah tidak
busuk akibat kelembaban yang tinggi.
2. Perambatan
Perambatan atau menjalarkan ketika semangka berumur 20 HST
dengan menggunakan biting atau sering di sebut sapu lidi.perambatan bertujuan
agar tetap menjalar lurus dan tidak menjalar ke kiri /ke kanan.
3. Pemangkasan
Pemangkasan
pada tanaman semangka non biji ketika tanaman berumur 25 hari HST dengan
memelihara cabang utama dan dua cabang sekunder.pemotongan cabang-cabang tersier
agar pertumbuhannya optimal dan tanaman tidak rimbun.pemangkasan tunas air
harus cabang yang berada di bawah buah.
4. Pengairan
Pengairan
pada tanaman semangka di lakukan apabila pada bedengan terlihat tanaman kering
walaupun baru di permukaan saja,pengairan dilakukan dengan cara air di alirkan
melalui drainase keliling (parit),sampai air mampu menjangkau ke semua drainase
antara bedengan,air di biarkan terus mengalir sampai air mencapai setengah dari
tinggi bedengan air tsb dan menggunakan trip irigasi yang langsung mengalirkan
air ke tanaman masing masing,tinggal kita yang mengatur berapa banyak /lama air
yang di perlukan.
Pengairan
pada tanaman semangka sangat di butuhkan karena dapat mempengaruhi dari besar
kecilnya buah tsb.akan tetapi pengairan yang berlebihan dapat pempengaruhi
pertumbuhan akar karena dapat mengakibatkan kebusukan
5. Seleksi batang
Seleksi
batang di lakukan pada tanaman semangka yang telah berumur 25-30 hari .apabila
tanaman semangka tumbuh merata dapat di pelihara 2 cabang produktif dengan
tujuan dapat menghasilkan buah yamng mempunyai bobot yang tinggi.
6. Perempelan
Perempelan
adalah proses pemotongan tunas baru yang tumbuh pada cabang utama atau cabang
primer yang dapat menghambat pertumbuhan proses pengangkutan makanan dari akar
ke buah sehingga buah tersebut tidak dapat tumbuh dengan maksimal.
7. Pengendalian Hama dan penyakit
Adapun
hama yang sering menyerang tanaman semangka adalah
a. Thrips
Berukuran
kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan
beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan
berkembang biak. Pengendalian:semprotkan Natural BVR atau Pestona
b. Ulat Perusak Daun
Berwarna
hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan
sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang.
Pengendalian: dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona.
c. Tungau
Binatang
kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan
tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan
daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprot Natural BVR atau
Pestona.
d. Ulat daun
Berwarna
hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan
bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat
dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak
pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan
sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi
atau Pestona.
e. Lalat Buah
Ciri-ciri
mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan
mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah
(seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat
memar. Pengendalian : membersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan
dengan dibajak/dicangkul, pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona.
f. Penyakit
·
Layu Fusarium
Penyebab:
lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab).
Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur.
Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan,
menanam pada areal baru yang belum ditanami, (2) pemberian Natural GLIO sebelum
atau pada saat tanam.
·
Bercak Daun
Penyebab:
spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala:
permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat
akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna
abu-abu/ungu. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium.
·
Antraknosa
Penyebab:
seperti penyakit layu fusarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang
akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah,
tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas.
Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium.
·
Busuk Semai
Menyerang
pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat,
merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum
penyemaian di media semai.
·
Busuk Buah
Penyebab:
jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah
buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit
buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan
pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
·
Karat Daun
Penyebab:
virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala:
daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan
timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu
fusarium. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami
belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. Agar penyemprotan pestisida
kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat
Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml ( ½ tutup)/tangki.
e. Pengendalian
Hama dan Penyakit
Pengamatan berkala dan terjadwal
terhadap kejadian hama dan penyakit.
Perbaikan irigasi agar lahan tidak
tergenang atau terlalu lembab, hal ini terutama untuk mengantisipasi penyakit
–penyakit jamur.
Kebersihan lahan dari sisa musim
tanam sebelumnya dan pencabutan gulma yang berpotensi sebagai inang alternatif
bagi hama dan penyakit.
Pengendalian hama secara terpadu
melalui cara mekanik yaitu pengumpulan hama,menggunakan perangkap dan aplikasi
pestisida.
Pengendalian penyakit secara terpadu
dengan memusnahkan bagian tanaman atau tanaman yng telah menunjukan .
Bahan Aktif Yang Dapat Di Gunakan Untuk Mengendalikan Hama
Dan Penyakit
Tabel.4.Pengendalian Hama dan
Penyakit
Hama
dan penyakit
|
Bahan
aktif
|
Leaf
miner
|
Siromazin
|
Thrips
|
Profenofos,imidaklorpid,abamectin,alfa
sipermetrin
|
Aphid
|
Abamectin,deltrametrin
|
Ulat
jengkal
|
Siromazin
|
Oteng-oteng
|
Profenofos,metidation
|
f. Pengendalian
Gulma
Pengendalian gulma dapat di lakukan dengan
menggunakan herbisida kontak, adapun herbisida yang digunakan adalah gramason
(parakuat),roundup.penyemprotan di lakukan pada pagi dan pada cuaca yang cerah.
g. Kawin
Bantu (Penyerbukan)
Penyerbukan
adalah proses terjdinya penyerbukan benang sari,kepala putik, bunga jantan pada
tanaman semangka non biji tidak cukup memiliki Jumlah benang sari
1. Seleksi buah
·
Buah mengkilap
·
Tangkai buah besar
·
Bentuk bagus
Terletak pada
daun 12 ke atas,pada tanaman cukup di pelihara 1-2 buah saja untuk mendapatkan
buah yang maksimal,penjarangan buah perlu di lakukan untuk mengoptimalkan buah
yang di hasilkan penjarangan di lakukan setelah buah berukuran 0,5 kg.
2. Pemberian pupuk susulan
Pemberian
pupuk susulan di lakukan ketika tanaman semangka berumur 45-60 hari dengan
menggunakan Za + KCL,yang bertujuan untuk mempermerah , memaniskan , dan
memperberat buah.
h. Panen
Panen pada tanaman semangka di
lakukan tergantung dari variabel tanaman cuaca dari suatu daerah.ciri ciri
semangka siap panen adalah;sulur buah sudah mulai coklat/kering, permukaan
kulit buah lebih mengkilap dari pada yang belum masak ,umur panen kra-kira
58-60 hari setelah tanam.
Pada saat pemetikan bagian batang
pohon pangkal di potong dengan menggunakan sabit,lalu di tarik maka buah
semangka akan tertinggal di tengah bedengan dan siap di masukkan ke truk untuk di timbang.
i.
Pasca Panen
Tanaman
semangka telah di petik akan di timbang untuk mengetahui bobot dan untuk
menentukan harga perkilonya pada para pengepul dan nantinya oleh para pengepul
menjual kembali ke pada para pengecer dan para konsumen
PEMBAHASAN
4.1. Tata niaga
Rantai pemasaran adalah sistem perdagangan komoditas
tertentu, sebagai suatu aktivitas bisnis yang didalamnya terdapat
aliran barang dan jasa dari titik
produksi sampai ke titik konsumen. Produksi adalah
penciptaan kepuasan, proses
membuat kegunaan barang dan
jasa. Kepuasan dibentuk dari
proses produktif yang diklasifikasikan menjadi
kegunaan bentuk, tempat,
waktu dan kepemilikan.
Rantai pemasaran yang di gunakan
waktu kegiatan PSG adalah petani harus memiliki varietas tanaman yang baik
untuk di tanam maupun di pasarkan,agar dapat di salurkan ke pengusaha seperti
ke pengepul,lalu ke pedagang,pedagang ke pengecer dan yang terakhir adalah
pengecer ke konsumen.
4.2. ANALISA USAHA TANI
Analisa
usaha tani bertujuan untuk mengetahui layak tidaknya atau rugi suatu usaha yang
di kelola.adapun analisa usaha tanaman semangka sebagai berikut :
ANALISA USAHA TANAMAN SEMANGKA
LUAS : 500 m² / 0.5 ha
MUSIM : 2015 - 2016
VARIETAS : AMARA
LOKASI : DESA JOGOLOYO,WONOSALAM,DEMAK
NAMA : MUJAHIDIN
A.
Biaya Variabel sarana produksi
Tabel.5.biaya variabel
NO
|
URAIAN
|
Volum
E
|
Satuan
n
|
Harga
Satuan
(Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
Total
(Rp)
|
1
|
Benih dan sarana penanaman
|
4.200.000
|
||||
Benih non biji
|
20
|
bks
|
200.000
|
4.000.000
|
||
Plastik kantong
|
20
|
pcs
|
10.000
|
200.000
|
||
2
|
Pupuk
|
3.245.000
|
||||
ZA
|
1O
|
sak
|
100.000
|
1.000.000
|
||
KCL
|
2
|
sak
|
300.000
|
600.000
|
||
SP36
|
3
|
sak
|
115.000
|
345.000
|
||
PONSKA
|
4
|
sak
|
115.000
|
460.000
|
||
NPK16.16
|
2
|
sak
|
420.000
|
840.000
|
||
3
|
OBAT OBATAN
|
|||||
A
|
INSEKTISIDA
|
2.100.000
|
||||
Regent
|
2
|
btl
|
115.000
|
230.000
|
||
Decis
|
4
|
btl
|
97.500
|
308.000
|
||
Konfidor
|
4
|
btl
|
85.000
|
340.000
|
||
Marsal
|
4
|
btl
|
78.000
|
312.000
|
||
Prevaton
|
2
|
btl
|
125.000
|
250.000
|
||
Agrimex
|
6
|
btl
|
128.000
|
768.000
|
||
B
|
FUNGISIDA
|
2.640.000
|
||||
Antrakol
|
6
|
kg
|
120.000
|
720.000
|
||
Akrobat
|
40
|
Gr
|
15.000
|
600.000
|
||
Dithein
|
4
|
Kg
|
120.000
|
600.000
|
||
Cabrio
|
8
|
btl
|
90.000
|
720.000
|
||
C
|
HERBISIDA
|
696.000
|
||||
Round up
|
8
|
1 liter
|
70.000
|
560.000
|
||
Gramaxone
|
2
|
1 liter
|
68.000
|
136.000
|
||
D
|
ZPT
|
4
|
BTL
|
38.000
|
152.000
|
152.000
|
E
|
PPC
|
4
|
BKS
|
38.000
|
152.000
|
152.000
|
F
|
PEREKAT
|
1
|
liter
|
85.000
|
85.000
|
85.000
|
4
|
TENAGA KERJA LAINNYA
|
7.070.000
|
||||
1
|
Tenaga pengisi kantong semai
|
4
|
2 HKW
|
50.000
|
400.000
|
|
2
|
Tenaga penanaman bibit
|
10
|
HKP
|
50.000
|
500.000
|
|
3
|
Tenaga pemangkasan
|
5
|
HKP
|
50.000
|
250.000
|
|
4
|
Tenaga penyemprotan
|
6
|
HKP
|
50.000
|
300.000
|
|
5
|
Tenaga penyiraman
|
6
|
HKW
|
40.000
|
240.000
|
|
6
|
Tenaga penyerbukan bantuan
|
6
|
2 HKW
|
50.000
|
600.000
|
|
7
|
Tenaga pemetik buah
|
10
|
HKP
|
50.000
|
500.000
|
|
8
|
Tenaga pemtong kantong semai
|
2
|
HKP
|
50.000
|
100.000
|
|
9
|
Pembajakan tanah
|
8
|
2 HKP
|
80.000
|
1.280.000
|
|
10
|
Pembuatan bedengan
|
8
|
2 HKP
|
50.000
|
600.000
|
|
11
|
Pemasangan pupuk dasar
|
3
|
2 HKP
|
50.000
|
300.000
|
|
12
|
Pemberian mulsa
|
8
|
2 HKP
|
50.000
|
800.000
|
|
13
|
Pembuatan lubang tanam
|
4
|
3 HKP
|
50.000
|
600.000
|
|
TOTAL
|
20.340.000
|
TABEL 6. Biaya Alat
N
O
|
NAMA
ALAT
|
Volume
|
Satuan
(Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1
|
CANGKUL
|
4
|
100.000
|
400.000
|
2
|
SABIT
|
5
|
50.000
|
250.000
|
3
|
EMBER
|
20
|
15.000
|
300.000
|
4
|
GAYUNG
|
20
|
5.000
|
300.000
|
5
|
SPREYER BIASA
|
2
|
700.000
|
1.400.000
|
6
|
PLASTIK MULSA
|
3
|
650.000
|
1.950.000
|
TOTAL
|
4.600.000
|
TABEL 7.Biaya Pemeliharaan Alat
No
|
NAMA ALAT
|
JUMLAH ALAT
|
BIAYA (Rp)
|
TOTAL (Rp)
|
1
|
CANGKUL
|
4
|
4.000
|
16.000
|
2
|
SABIT
|
5
|
2.500
|
12.000
|
3
|
EMBER
|
21
|
500
|
10.500
|
4
|
GAYUNG
|
21
|
500
|
10.500
|
5
|
SPRAYER BIASA
|
2
|
10.000
|
20.000
|
6
|
PLASTIK MULSA
|
3
|
5.000
|
15.000
|
TOTAL
|
84.000
|
- Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Jadi untuk menghitung biaya tetap
dapat di gunakan rumus sebagai berikut:
RAB = BIAYA VARIABEL + BIAYA ALAT + PEMELIHARAAN
ALAT
RAB = 20.340.000
+ 4.600.000+ 84.000 = 25.024.000,- Total
Biaya
Taksasi Produksi
Hasil produksi:kualitas A =19.360
kg
Kualitas
B =730 kg
Kualitas
C =520 kg
Harga
per kg :kualitas A =Rp2.300
kualitasB =Rp2.100
kualitas =Rp2.000
- Total Penerimaan
Jumlah produksi x harga satuan
=
kualitas A, 19.360 kg x Rp2.300 =Rp44.528.000
=
kualitas B, 730 kg x Rp2.100 =Rp1.825.000
=
kualitas C, 520 kg x Rp2.000 =Rp1.040.000 +
Jumlah
=Rp47.393.000
- Biaya Persatuan Produksi
Biaya persatuan produksi
=Rp 533,72149/kg
- Pendapatan Marginal
Pendapatan marginal = total
penerimaan –biaya variabel
=Rp 47.393.000 – 20.340.000
=Rp 27.053.000
- Pendapatan Bersih
Pendapatan bersih =pendapan
marginal – biaya Pemeliharaan alat
=Rp 27.053.000 – Rp. 84.000
=Rp26.969.000
PENUTUP
Dari kegiatan Kewirausahaan Pemuda Pemula yang di
laksanakan di desa Jogoloyo Pemohon dapat mengambil kesimpulan antara lain:
1. Kewirausahaan
Pemuda Pemula yang di laksanakan ,dapat menambah wawasan Pemuda dan mampu
melakukan wirausaha di lingkungan masyarakat.
2. Tanaman
semangka non biji sangat banyak di gemari oleh masyarakat,karena memiliki
kandungan gizi yang cukup di antaranya: Karbohidrat, Protein, Lemak, VitaminA
,C, Kalsium, Zat besi, Fosfor.
3. Dengan
adanya Kewirausahaan bagi Pemuda Pemula, Pemuda dapat bertanggung jawab dan
mandiri serta dapat mengenal lapangan kerja.
4. Dengan
melihat analisa usaha budidaya tanaman semangka melalui ini maka di nyatakan
tanaman ini layak untuk di budidayakan dan diusahakan karena setiap nilai
rupiah yang di keluarkan yaitu Rp 1 di peroleh penerimaan senilai (3,01)
sebagai hasil usaha tersebut.
Demikian
proposal ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jogoloyo,
14 September 2015
Pemohon
Mujahidin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar