Rabu, 27 Januari 2016




PROPOSAL
 BUDIDAYA SEMANGKA

( UPAYA UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN JIWA
KEWIRAUSAHAAN PADA PEMUDA PEMULA )  















                                                                                    

Diajukan oleh :
MUJAHIDIN

KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Alamat : Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Pusat
Telp : (021) 5738612 Fax. (021)5738151
TAHUN ANGGARAN 2015-2016


PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG

            Sehubungan pelaksanaan program pemerintah yang di arahkan pada sektor pertanian,dalam hal ini pertanian yang menuju berkesinambungan menuju pertanian organik/non kimia yang hasilnya aman di konsumsi oleh masyarakat maka salah satu produk pertanian yang hamper di konsumsi oleh semua warga masyarakat.
Budidaya tanaman semangka di gemari oleh para petani  dan  konsumen.tanaman  semangka adalah tanaman  dari daerah tropis ,tumbuh baik di dataran rendah-menengah(0-700 MDLP),penyakit utama yang menyerang ,di antaranya(layu fusarium ,kresek,embun tepung,busuk batang berlendir,rebah kecambah) kegagalan dapat mencapai 80%, daya kecambah dan penyerbukan menjadi masalah khususnya  pada non biji.

2.      TUJUAN
Adapun pelaksanaan Kewirausahaan Pemuda Pemula bertujuan sebagai berikut:
1.      Untuk menumbuhkan kretifitas Pemuda dalam bidang pertanian
2.      Melatih Pemuda menesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat
3.      Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang dunia usaha/agribisnis serta menambah jiwa wiraswasta
4.      Mengembangkan sikap mandiri
5.      Memperluas pengalaman belajar diunit usaha lain

3.      MANFAT
Adapun manfaat dari kegiatan Kewirausahaan Pemuda Pemula yaitu:
1.      Dapat menumbuhkan pola pikir yang lebih luas tentang pertanian
2.      Dapat membandingkan teori yang di dapat di sekolah dengan di lapangan
3.      Dapat mengembangkan semangat jiwa wirausaha
4.      Dapat menerapkan teknolagi pertanian





4.      TENTANG SEMANGKA
  1. Sifat sifat Botani Tanaman
              Semangka termasuk family cucurbitaceae.sosok tanaman bersulur merambat tergolong tanaman semusim. Artinya hanya dapat menghasilkan buah sekali saja kemudian tanaman akan kering dan mati. Lamanya umur tanaman ini tumbuh sampai buah masak, pada kondisi lahan dan cuaca normal adalah70-100 hari, sejak bibit di tanam. Untuk selanjutnya masa tersebut kita sebut periode penanaman. Secara sepintas masing-masing bagian tanaman tersebut di uraikan sebagai berikut
  1. Akar
Tanaman ini berakar serabut, maka semangka menghendaki tanah yang gembur dan porous.
  1. Batang
Batang utama tanaman ini dapat bercabang 2-3 cabang produktif yang kita sebut cabang lateral.
  1. Daun
Daun tanaman berbentuk cuping, terletak bersebrangan beraturan sepanjang sulur tanaman. Panjang sulur dapat mencapai 5-6 meter atau lebih, tergantung kondisi di sekeliling tanaman itu sendiri (kesuburan tanah).
  1. Bunga
Tanaman semangka timbul di ketiak tangkai daun.pada setiap tanaman akan muncul beberapa kuntum bunga yang berwarna kuning cerah sengga mampu memikat serangga.serangga ini secara tidak langsung membantu proses penyerbukan
            tanaman semangka tidak memiliki bunga yang sempurna,artinya antara tepung sari dan kepala putikyang di miliki setiap bunga tidak terletak pada bunga yang sama. Tepung sari terletak pada bunga yang bertangkai lurus yang kita sebut bunga jantan.sedangkan kepala putik terdapat pada bunga yang tangkainya terlihat adanya bakal buah yang mengelembung. Bunga ini kita namakan bunga betina.
            Bunga betina yang berserbuk sempurna akan berkembang menjadi bunga semangka, yang bentuknya sesuai dengan varietas induknya
  1. Buah
Secara umum, bentuk buah semangka di kelompokkan menjadi 3 golongan, yakni;
a. buah berbentuk bulat
b. buah berbentuk buah tinggi
c. buah berbentuk bulat panjang (oblong)
            ketiga bentuk buah tersebut mempunyai kulit buah bergaris memanjang atau polos,tergantung dari varietasnya. Begitu pula ukuran besar buah,menurut permintaan pasar saat ini (2015) ukuran buah di kelompokkan menjadi:
a)      Klas A :buah berukuran 4Kg ke atas, bentuk buah proporsional/tidak keropos
b)      Klas B   :buah berukuran 2-4 Kg
c)      Klas C   :buah berukuran kurang dari 2Kg
d)      Klas BS :buah yang kurang layak di jual, akibat bentuknya yang kurang sempurna ataupun Sebab lainnya tanpa memandang berat buah itu sendiri.
Daging buah berupa remah yang mengandung banyak air, berwarna merah ataupun kuning, tergantung dari varietas induknya.pada varietas semangka haploid (berbiji),bijinya terletak relative agak di tengah buah , biji buah semangka yang sudah tua berwarna coklat kehitam hitaman.
  1. Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh untuk tanaman semangka non biji yang baik yaitu meliputi syarat iklim dan syarat tanah antara lain sebagai berikut.
a. Iklim
iklim sangat cocok pada tanaman semangka yaitu iklim tropis,pada umumnya tanamn semangka dapat tumbuh pada udara dingin dan panas,akan tetapi tanaman semangka akan tumbuh dengan baik dan buah dapat tumbuh dengan maksimal pada udara panas dengan kisaran suhu harian 20-30 c
b.Syarat Tanah
syarat tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah harus subur,dan tanah liat yang berpasir atau tanah andosor maupun latosol dengan PH tanah antara 5,0-6,5.
c. Syarat Daerah
tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik apabila berada di daratan rendah maupun di daratan tinggi yaitu pada  ketinggian 0-500 MDL.

5.      PELAKSANAAN
  1. Waktu Dan Tempat
  1. waktu
Pelaksanaan Kewirausahaan Pemuda Pemula berlangsung kurang lebih 70 hari,terhitung dari Bulan Mei sampai Bulan Juli 2015.
  1. Tempat
                        Pelaksanaan Kewirausahaan Pemuda Pemula bertempat :    
Nama               : Mujahidin
            Desa                : Jogoloyo Rt. 01/04
            Kecamatan      : Wonosalam
            Kabupaten       : Demak
            Provinsi           : Jawa Tengah

  1. Kegiatan-kegiatan
Kegiatan teknik budidaya tanaman semangka Non Biji meliputi:
a.      Pengolahan Tanah
Semangka (citrullus lanatus) dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai menengah.semangka menyukai lahan terbuka dengan sinar matahari penuh,suhu udara panas dan kering.semangka menyukai tanah yang subur ,kaya bahan organic,gembur,drainasi yang baik,bebas gulma,dan PH tanah netral.maka di perlukan di lakukan tahapan pengolahan tanah yakni sebagai berikut;
1)      Penyiapan lahan
Sebelum melakukan proses pengolahan tanah terlebih dahulu kita menentukan lahan yang akan di olah,yang nantinya akan di jadikan sebagai media tanam pada tanaman semangka.selanjutnya ialah mengukur luas lahan yang bertujuan untuk mengetahui berapa luas panjang dan lebarnya  suatu lahan,jumlah bedengan,jumlah bibit yang di butuhkan,serta pupuk dasar yang di perlukan.
2)      Mengukur PH Tanah
Mengukur  PH tanah suatu lahan sangatlah penting yang bertujuan untuk mengetahui  besar kecilnya unsur BASA dan unsur ASAM tanah .
ALAT UKUR PH TANAH
·   HIJAU menunjukan tanah ke unsure BASA maka harus di perbanyak POSPOR.
·   MERAH menunjukan tanah ke unsure ASAM maka harus di tambahkan KAPUR DOLOMID ATAU ABU SEKAM.
Tabel. 1.ALAT UKUR PH TANAH
PH
VOLUE
OF SOIL
CARBONATE OF LIME
PER SATU HEKTARE
SLAKED LIME
PER SATU HEKTARE
CAUSTIC LIME
PER SATU HEKTARE
4,0
ABOUT 1690 Kgs
ABOUT 1610 Kgs
ABOUT 1130 Kgs
4,5
1500
1430
1020
5,0
1130
1050
720
5,5
750
720
530
6,0
380
340
270
6,5
LITTLE
LITTLE
LITTLE
ABOVE 7,0
NONE
NONE
NONE

3)      Sanitasi Lahan Dan Pengolahan Tanah
Sanitasi lahan di lakukan agar areal tempat pengolahan tanah mudah di kerjakan dan agar terlihat bersih,untuk sanitasi lahan kita dapat di lakukan  dua \\cara yaitu dengan cara: di paras menggunakan (Mesin paras,parang/sabit,cangkul)dan di semprot menggunakan (herbisida). Setelah di lakukan sanitasi lahan selanjutnya Pengolahan tanah.pengolaha tanah dapat di lakukan dengan menggunakan traktor,bajak garu,bajak sapi,cungkul dan lain-lain agar tanah dapat terbalik.tujuan pembalikan tanah adalah agar.
4)      Pembuatan Draenase
a.       Pembuatan draenase antara bedengan
Lebar draenase antara bedengan adalah 25 cm di tarik dari samping garis poros dan 25 cm dari garis poros sisi lainnya sehingga lebar keseluruhan draenasenya adalah 50 cm maka ke dalaman draenase antara bedengan adalah 30-50 cm.tujuannya adalah:
·         Untuk memudahkan proses perawatan tanaman karena kita dapat berjalan di antara bedengan melalui draenase
·         Agar air yang turun,langsung dapat mengalir ke saluran draenase sehingga air tidak menggenangi tanaman
·         Pembuatan Draenase
Tujuan pembuatan draenase keliling (parit) adalah untuk mengairi tanaman apabila tanaman kering  dan di jadikan sebagai saluran pembuangan apabila tanaman kelebihan air akibat curah hujan dan lainnya.
5)      Pembuatan bedengan
Pembuatan bedengan dengan menggunakan cangkul ,Bentuk bedengan baris tanaman ganda,bedengan melintang pada areal penanaman.jarak antara bedengan 5-6 meter, tinggi bedengan 20-30 cm.yang bertujuan untuk :memperbaiki tekstur tanah menjadi gembur,mempermudah pertumbuhan akar,mempermudah proses penyerapan air ke dalam tanah.dalam pembuatan bedengan kita langsung melakukan pencacahan tanah yang sekaligus di ratakan agar pemasangan mulsa agak mudah.
6)      Pemberian pupuk  dasar dan pemasangan mulsa
·         Pupuk kandang,di berikan seminggu sebelum tanam sebanyak 1-2 kg setiap lubang.
Pemberian pupuk dasar  di lakukan dengan cara di taburkan ke setiap bedengan, setelah kurang lebih 7 hari setelah pengapuran. Dengan menggunakan menggunakan pupuk:
·          ZA(150 kg)
·         SP-36(100 kg)
·         KCL (150 kg) per ha.
Persiapan lubang tanam di lakukan 1 minggu sebelum bibit di pindah,lubang berdiameter 20cm lubang tanam di buat dengan jarak antara 50-60cm.
Ukuran mulsa yang di gunakan  petani umumnya 120 cm,tetapi pada tanaman semangka mulsa yang ukuran 120 cm Masih harus di belah dua sehingga ukuran mulsa menjadi 60 cm.kebutuhan mulsa adalah3 Roll/ha.
Cara pemasangan mulsa adalah mulsa di bentangkan seukuran panjang bedengan lalu mulsa di tindis dengan menggunakan tanah dari bedengan sambil mulsa di tarik pada ujung sisi lainnya ,agar mulsa dapat lebih kencang.perlu di ketahi mulsa memiliki 2 warna pada dua sisi yaitu bewarna hitam dan perak.maka cara pemasngan nya warna hitam di hadapkan ke bawah dan perak menghadap ke atas.
7)      Penaburan kapur dolomite
Penaburan kapur dolomite bertujuan untuk menetralisir tingkat keasaman tanah hingga PH tanah menjadi netral ,kebutuha kapur dolomite pada tanah ialah 5 kwintal/ha, sehingga kebutuhan pada lahan selebar  800 m adalah 40 kg.
Gambar.PH tanah DM 5.
Tabel 2. Anjuran pemberian kapur
DERAJAT KEASAMAN
TANAH(PH)
REAKSI TANAH
KEBUTUHAN DOLOMITE/
CALMAG(TON/HA)
<4.0
PALING ASAM
>10.24
4.0
SANGAT ASAM
10.24
4.2
SANGAT ASAM
9.28
4.4
SANGAT ASAM
8.34
4.6
ASAM
7.39
4.8
ASAM
6.45
5.0
ASAM
5.49
5.2
ASAM
4.54
5.4
ASAM
3.60
5.6
AGAK ASAM
2.65
5.8
AGAK ASAM
1.69
6.0
AGAK ASAM
0.75
6.1-6.4
AGAK ASAM
<0.75
6.5-7.5
NETRAL
-
7.5-8.5
AGAK BASA
-

8)      Membuat koker
Sebelum melakukan yang namanya pemecahan benih,kita perlu membuat koker sebagai media tanam benih yang telah di pecahkan dan di kecambahkan .media yang  di gunakan  yaitu, tanah yang subur/pupuk kandang .dan di gunakan kantong plastik/polybag yang berdiameter kecil untuk membuat suatu kokeran.

b.      Penyiapan Benih
Dalam melakukan penyiapan benih, hal yang perlu di perhatikan adalah mencari benih yang unggul dan mengecek kemasan ,bagus atau masih tertutup rapi serta melihat batas tanggal kadaluarsa pada kemasan ,baik pada semangka non biji atau bebiji.
Tujuan penggunaan dari benih semangka berbiji pada budidaya tanaman semangka non biji adalah tanaman semangka bebiji di gunakan sebagai pejantan dari semangka non biji.karena pada semangka berbiji hanya di ambil bunga jantannya yang harus di kawinkan pada bunga betina semangka non biji.
1.      Alat dan Bahan yang di gunakan dalam penyiapan bibit adalah ,sebagai berikut:
Ø  Alat
a)      Tang sepi atau gunting kuku
b)      Mangkok
2.      Bahan
Ø  Benih semangka berbiji dan non biji
3.      Penyiapan bibit semangka non biji
·         Membeli benih semangka yang bermutu
·         Melihat batas tanggal kadaluarsa benih pada kemasan
·         Membuka kemasan benih semangka
·         Menuang benih semangka ke mangkok
·         Ambil satu benih kemudian pegang benih pada bagian yang bulat dengan ibu jari dan telunjuk tengah kiri
·         Masukan bagian lancip benih ke sela-sela alat tang sepi
·         Retakkan benih perlahan-lahan hingga terdengar bunyi ‘’klik’’hindari menekan berlebihan karena dapat merusak keping benih rusak maka benih tidak akan menjadi kecambah.
·         Pisahkan benih yang telah di retakkan untuk menghindari tercampurnya benih yang telah mendapat proses peretakkan dan yang belum di retakkan.
4.      Penyiapan benih semangka berbiji
·         Membeli benih yang bermutu
·         Melihat batas tanggal kadaluarsa benih pada kemasan
·         Membuka kemasan benih semangka
·         Menuangkan benih semangka ke mangka
·         Menuangkan benih semangka ke mangkok
5.      Perkecambahan
Dalam proses perkecambahan ada dua cara yang di dapat di lakukan untuk memecahkan benih/masa dormansi besih dengan sistem basah dan sistem kering.
Alat dan Bahan yang di gunakan dalam proses perkecambahan sistem basah sebagai berikut;
Alat :
1.      Tang sepi atau Gunting kuku
2.      Daun pisang
3.      Kertas koran
4.      Panci
5.      Kain  kering
6.      Baki atau Loyang
Bahan :
1.      Benih semangka non biji
2.     Air
Pre-persemaian sistem basah,pelakuan khusus pada tahap penyemaian.

*PEMECAHAN BENIH SISTEM BASAH*
·         Rendam benih dari jam 20.00 malam sampai jam 06.00 pagi,air yang di gunakan untuk merendam benih adalah air hangat-hangat kuku di loyang.
·         Setelah di rendam di cuci dengan air biasa sampai bersih,untuk menghilangkan lendir di kulit benih.
·         Tiriskan/di angin-anginkan  benih yang telah di cuci bersih di baki.
·         Retakkan benih di lakukan dengan  menggunakan alat tang  sepi atau gunting kuku jangan sampai merusak calon akar dalam benih,bagian biji yang di pecahkan   di tempat keluarnya akar .seperti gambar di bawah!!!
·         Siapkan daun pisang,kertas Koran untuk perkecambahannya,lapiskan daun pisang 2 lembar dan di atasnya kertas koran yang telah di basahi.lalu tiriskan benih yang telah di pecahkan di atas Koran minimal 2sendok makan,lalu daun lipat dengan rapi.
·         Simpan lipatan tersebut ke dalam panci yang telah di lapisi dengan kain yang kering.
·         Jemur panci di terik matahari selama 2 jam ,setelah di jemur 2 jam simpan ke dalam rumah /di tempat yang di rasa paling aman, sampai benih mengeluarkan akar /berkecambah selama 24-36 jam.
Alat dan bahan yang di gunakan dalam proses perkecambahan sistem kering adalah sebagai berikut;
ALAT
1.      Tang sepi/gunting kuku
2.      Kardus berukuran panjang 45cm lebar 35cm dan tinggi 43cm.
3.      1 set lampu pijar 15 watt
4.      Aluminium foil
5.      Lakban kertas
6.      Baki
7.      Kertas merang/stensil/Koran/kain katun yang bersih
BAHAN
1.      Benih semangka non biji
2.      air
*PEMECAHAN BENIH SISTEM KERING*
·         Retakkan kulit tempat keluar akar benih dengan tang sepia tau gunting kuku,jangan sampai merusak calon akar dalam benih.
·         Rendam benih yang telah di retakkan dalam air hangat kuku selama 20-30 menit.
·         Cuci benih dengan air bersih untuk menghilangkan lender di kulit benih.
·         Tempatkan benih dalam kertas lembab(kertas merang/stensil/Koran/kain katunyang bersih)kemudian di gulung atau di lipat dengan rapi.
·         Kemudian ,lapisi kardus dengan aluminium foil dengan bantuan lakban, buat ‘’jendela’’untuk memasukan benih dan tutup semua sisi kardus dengan lakban,lalu lubang bagian atas kardus untuk memasukan kabel .pasang kabel listrik,piting dan bola pijar 15 watt.panjang gantungan kabel dalam kardus 22 cm.
·         Kertas gulung di simpan pada tempat hangat di dalam kardus(dengan bantuan bola lampu pijar yang telah di siapkan)suhu tidak boleh melebihi 38°C.
·         Semai benih/pindah benih yang sudah berakar ke polybag(setelah di kecambahkan selama kurang lebih 24-36 jam).
·         Media tanam dan pembuatan sungkup
            Dalam kegiatan persemaian media tanam yang di gunakan antara lain ;
a.       Tanah yang gembur
b.      Pupuk kandang
c.       Plastik polybag
Pembuatan sungkup bertujuan untuk melindungi persemaian dari hujan dan panas matahari secara langsung,ada beberapa tipe yang  dapat kita gunakan yaitu;
·         Sungkup tipe miring
·         Sungkup tipe segitiga
·         Sungkup tipe penuh.
Tetapi yang kita gunakan adalah sungkup tipe penuh,caranya!sebelum pembuatan sungkup, benih yang telah berkecambah di pindahkan ke volybag, taburkan persemaian dengan karbofuran! menjaga agar hama yang menyerang bisa mati.lalu, tutup dengan karung yang telah di basahi  kemudian diatasnya di lapisi dengan daun kelapa atau daun pisang.setelah2 hari buka daun kelapa dan karung.lalu,persiapkan untuk pembuatan sungkup.

c.       Penanaman
   Penanama bibit semangka  non biji ketika bibit sudah berumur  5-7 hari setelah semai atau bibit semangka sudah mencapai daun ke dua  maksimal  daun ke tiga bibit sudah bisa di tanam.khusus untuk semangka non biji perlu di tanam semangka berbiji  juga dengan perbandingan  1:6 sebagai polinator .1 tanaman semangka berbiji di gunakan untuk mengawinkan 6 semangka non biji.
            Tahap tahap dari penanaman adalah sebagai berikut:
                            i.      Penanaman sebaiknya di lakukan pagi dan sore hari setelah suhu udara tidak terlalu panas
                          ii.      Areal penanama di genangi air sekitar ¾ tinggi bedengan  menjaga agar tanah tetap lembab,
                        iii.      Lubang tanam di buat dengan cara di tugal dengan kayu yang pada bagian ujungnya di lancipkan
                        iv.      Sebelum bibit di tanam ,bibit harus di siram hal ini bertujuan  agar pada saat polybag di sobek tanah tidak hancur
                          v.      Bibit yang di tanam harus di seleksi yang lebih subur pertumbuhannya di dahulukan.

d.      Perawatan /Pemeliharaan
          Adapun perawatan/pemeliharaan  semangka non biji adalah:
1.    Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan cara di kocorkan, kemudian di siramkan di pangkal tanaman semangka .tujuan dari pengocoran adalah untuk mempercepat pertumbuhan akar dan batang.
              Kebutuhan pupuk susulan untuk tanaman semangka adalah sebagai berikut:
Tabel.3. Kebutuhan Pupuk Susulan

NO
UMUR
TANAMAN
JENIS
PUPUK
KONSENTRASI
PUPUK
DOSIS
PER TANAMAN
CARA APLIKASI
1
7 HST
NPK DAN ZA


Di kocor
2
14 HST
NPK DAN ZA


Di kocor
3
21 HST
NPK DAN ZA


Di kocor
4
38 HST
PONSKA


Di tugal
5
41 HST
PONSKA DAN ZA


Di kocor
6
44 HST
PONSKA DAN ZA


Di kocor

Pemupukan  tugal di lakukan ketika buah semangka sebesar batu baterei,setelah pemupukan tugal di lakukan di seling 3 hari di pupuk lagi dengan takaran yang sangat tinggi,biasanya yaitu 1kg per 10 liter air,dengan menggunakan pupuk PONSKA dan Za.lalu di seling lagi 3 hari di pupuk lagi dengan PONSKA dan Za,takaran setengah kilo per 10 L air. 4 hari kemudian di lakukan penyiraman dan seminggu sebelum panen di lakukan lagi penyiraman terakhir,setelah penyiraman terakhir birkanlah tanaman tetap kering .menjaga agar buah tidak busuk akibat kelembaban yang tinggi.
2.    Perambatan
Perambatan atau menjalarkan ketika semangka berumur 20 HST dengan menggunakan biting atau sering di sebut sapu lidi.perambatan bertujuan agar tetap menjalar lurus dan tidak menjalar ke kiri /ke kanan.
3.    Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman semangka non biji ketika tanaman berumur 25 hari HST dengan memelihara cabang utama dan dua cabang sekunder.pemotongan cabang-cabang tersier agar pertumbuhannya optimal dan tanaman tidak rimbun.pemangkasan tunas air harus cabang yang berada di bawah buah.
4.    Pengairan
Pengairan pada tanaman semangka di lakukan apabila pada bedengan terlihat tanaman kering walaupun baru di permukaan saja,pengairan dilakukan dengan cara air di alirkan melalui drainase keliling (parit),sampai air mampu menjangkau ke semua drainase antara bedengan,air di biarkan terus mengalir sampai air mencapai setengah dari tinggi bedengan air tsb dan menggunakan trip irigasi yang langsung mengalirkan air ke tanaman masing masing,tinggal kita yang mengatur berapa banyak /lama air yang di perlukan.
Pengairan pada tanaman semangka sangat di butuhkan karena dapat mempengaruhi dari besar kecilnya buah tsb.akan tetapi pengairan yang berlebihan dapat pempengaruhi pertumbuhan akar karena dapat mengakibatkan kebusukan
5.    Seleksi batang
Seleksi batang di lakukan pada tanaman semangka yang telah berumur 25-30 hari .apabila tanaman semangka tumbuh merata dapat di pelihara 2 cabang produktif dengan tujuan dapat menghasilkan buah yamng mempunyai bobot yang tinggi.
6.    Perempelan
Perempelan adalah proses pemotongan tunas baru yang tumbuh pada cabang utama atau cabang primer yang dapat menghambat pertumbuhan proses pengangkutan makanan dari akar ke buah sehingga buah tersebut tidak dapat tumbuh dengan maksimal.
7.    Pengendalian Hama dan penyakit
Adapun hama yang sering menyerang tanaman semangka adalah
a.       Thrips
Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian:semprotkan Natural BVR atau Pestona
b.      Ulat Perusak Daun
Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona.
c.       Tungau
Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprot Natural BVR atau Pestona.
d.      Ulat daun
Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi atau Pestona.
e.       Lalat Buah
Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : membersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul, pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona.
f.       Penyakit
·         Layu Fusarium
Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, (2) pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.
·         Bercak Daun
Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium.
·         Antraknosa
Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium.
·         Busuk Semai
Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai.
·         Busuk Buah
Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
·         Karat Daun
Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml ( ½ tutup)/tangki.

e.       Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengamatan berkala dan terjadwal terhadap kejadian hama dan penyakit.
Perbaikan irigasi agar lahan tidak tergenang atau terlalu lembab, hal ini terutama untuk mengantisipasi penyakit –penyakit jamur.
Kebersihan lahan dari sisa musim tanam sebelumnya dan pencabutan gulma yang berpotensi sebagai inang alternatif bagi hama dan penyakit.
Pengendalian hama secara terpadu melalui cara mekanik yaitu pengumpulan hama,menggunakan perangkap dan aplikasi pestisida.
Pengendalian penyakit secara terpadu dengan memusnahkan bagian tanaman atau tanaman yng telah menunjukan .
Bahan Aktif Yang Dapat Di Gunakan Untuk Mengendalikan Hama Dan Penyakit

Tabel.4.Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit
Bahan aktif
Leaf miner
Siromazin
Thrips
Profenofos,imidaklorpid,abamectin,alfa sipermetrin
Aphid
Abamectin,deltrametrin
Ulat jengkal
Siromazin
Oteng-oteng
Profenofos,metidation



f.       Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dapat di lakukan dengan menggunakan herbisida kontak, adapun herbisida yang digunakan adalah gramason (parakuat),roundup.penyemprotan di lakukan pada pagi dan pada cuaca yang cerah.


g.      Kawin Bantu (Penyerbukan)
Penyerbukan adalah proses terjdinya penyerbukan benang sari,kepala putik, bunga jantan pada tanaman semangka non biji tidak cukup memiliki Jumlah benang sari
1.      Seleksi buah
·         Buah mengkilap
·         Tangkai buah besar
·         Bentuk bagus
Terletak pada daun 12 ke atas,pada tanaman cukup di pelihara 1-2 buah saja untuk mendapatkan buah yang maksimal,penjarangan buah perlu di lakukan untuk mengoptimalkan buah yang di hasilkan penjarangan di lakukan setelah buah berukuran 0,5 kg.
2.      Pemberian pupuk susulan
Pemberian pupuk susulan di lakukan ketika tanaman semangka berumur 45-60 hari dengan menggunakan Za + KCL,yang bertujuan untuk mempermerah , memaniskan , dan memperberat buah.
h.      Panen
Panen pada tanaman semangka di lakukan tergantung dari variabel tanaman cuaca dari suatu daerah.ciri ciri semangka siap panen adalah;sulur buah sudah mulai coklat/kering, permukaan kulit buah lebih mengkilap dari pada yang belum masak ,umur panen kra-kira 58-60 hari setelah tanam.
Pada saat pemetikan bagian batang pohon pangkal di potong dengan menggunakan sabit,lalu di tarik maka buah semangka akan tertinggal di tengah bedengan dan siap di masukkan  ke truk untuk di timbang.
i.        Pasca Panen
Tanaman semangka telah di petik akan di timbang untuk mengetahui bobot dan untuk menentukan harga perkilonya pada para pengepul dan nantinya oleh para pengepul menjual kembali ke pada para pengecer dan para konsumen

PEMBAHASAN
4.1. Tata niaga
            Rantai pemasaran adalah sistem perdagangan komoditas tertentu, sebagai  suatu  aktivitas bisnis yang didalamnya terdapat aliran barang dan  jasa dari titik produksi sampai ke  titik  konsumen. Produksi  adalah  penciptaan  kepuasan,  proses  membuat kegunaan  barang  dan  jasa. Kepuasan  dibentuk  dari  proses  produktif  yang diklasifikasikan  menjadi  kegunaan  bentuk,  tempat,  waktu  dan  kepemilikan.
            Rantai pemasaran yang di gunakan waktu kegiatan PSG adalah petani harus memiliki varietas tanaman yang baik untuk di tanam maupun di pasarkan,agar dapat di salurkan ke pengusaha seperti ke pengepul,lalu ke pedagang,pedagang ke pengecer dan yang terakhir adalah pengecer ke konsumen.


4.2. ANALISA USAHA TANI
            Analisa usaha tani bertujuan untuk mengetahui layak tidaknya atau rugi suatu usaha yang di kelola.adapun analisa usaha tanaman semangka sebagai berikut :
ANALISA USAHA TANAMAN SEMANGKA
LUAS                         : 500 / 0.5 ha
MUSIM                      : 2015 - 2016
VARIETAS                : AMARA
LOKASI                     : DESA JOGOLOYO,WONOSALAM,DEMAK
NAMA                        : MUJAHIDIN
A.    Biaya Variabel sarana produksi
Tabel.5.biaya variabel
NO
URAIAN
Volum
E
Satuan
n
Harga
Satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
Total
(Rp)
1
Benih dan sarana penanaman




4.200.000

Benih non biji
20
bks
200.000
4.000.000


Plastik kantong
20
pcs
10.000
200.000

2
Pupuk




3.245.000

ZA
1O
sak
100.000
1.000.000


KCL
2
sak
300.000
600.000


SP36
3
sak
115.000
345.000


PONSKA
4
sak
115.000
460.000


NPK16.16
2
sak
420.000
840.000

3
OBAT OBATAN





A
INSEKTISIDA




2.100.000

Regent
2
btl
115.000
230.000


Decis
4
btl
97.500
308.000


Konfidor
4
btl
85.000
340.000


Marsal
4
btl
78.000
312.000


Prevaton
2
btl
125.000
250.000


Agrimex
6
btl
128.000
768.000








B
FUNGISIDA




2.640.000

Antrakol
6
kg
120.000
720.000


Akrobat
40
Gr
15.000
600.000


Dithein
4
Kg
120.000
600.000


Cabrio
8
btl
90.000
720.000

C
HERBISIDA




696.000

Round up
8
1 liter
70.000
560.000


Gramaxone
2
1 liter
68.000
136.000

D
ZPT
4
BTL
38.000
152.000
152.000
E
PPC
4
BKS
38.000
152.000
152.000
F
PEREKAT
1
liter
85.000
85.000
85.000
4
TENAGA KERJA LAINNYA




7.070.000
1
Tenaga pengisi kantong semai
4
2 HKW
50.000
400.000

2
Tenaga penanaman bibit
10
HKP
50.000
500.000

3
Tenaga pemangkasan
5
HKP
50.000
250.000

4
Tenaga penyemprotan
6
HKP
50.000
300.000

5
Tenaga penyiraman
6
HKW
40.000
240.000

6
Tenaga penyerbukan bantuan
6
2 HKW
50.000
600.000

7
Tenaga pemetik buah
10
HKP
50.000
500.000

8
Tenaga pemtong kantong semai
2
HKP
50.000
100.000

9
Pembajakan tanah
8
2 HKP
80.000
1.280.000

10
Pembuatan bedengan
8
2 HKP
50.000
600.000

11
Pemasangan pupuk dasar
3
2 HKP
50.000
300.000

12
Pemberian mulsa
8
2 HKP
50.000
800.000

13
Pembuatan lubang tanam
4
3 HKP
50.000
600.000









TOTAL




20.340.000

TABEL 6. Biaya Alat
N
O
NAMA
ALAT
Volume
Satuan
 (Rp)
Jumlah (Rp)
1
CANGKUL
4
100.000
400.000
2
SABIT
5
50.000
250.000
3
EMBER
20
15.000
300.000
4
GAYUNG
20
5.000
300.000
5
SPREYER BIASA
2
700.000
1.400.000
6
PLASTIK MULSA
3
650.000
1.950.000

TOTAL


4.600.000

TABEL 7.Biaya Pemeliharaan Alat
No
NAMA ALAT
JUMLAH ALAT
BIAYA (Rp)
TOTAL (Rp)
1
CANGKUL
4
4.000
16.000
2
SABIT
5
2.500
12.000
3
EMBER
21
500
10.500
4
GAYUNG
21
500
10.500
5
SPRAYER BIASA
2
10.000
20.000
6
PLASTIK MULSA
3
5.000
15.000

TOTAL


84.000

  1. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
            Jadi untuk menghitung biaya tetap dapat di gunakan rumus sebagai berikut:
RAB =  BIAYA VARIABEL + BIAYA ALAT + PEMELIHARAAN ALAT
RAB = 20.340.000 + 4.600.000+ 84.000 = 25.024.000,- Total Biaya
            Taksasi Produksi
            Hasil produksi:kualitas A =19.360 kg
                                    Kualitas B =730 kg
                                    Kualitas C =520 kg
            Harga per kg :kualitas A =Rp2.300
                                    kualitasB =Rp2.100
                                      kualitas =Rp2.000
  1. Total Penerimaan
            Jumlah produksi x harga satuan
            = kualitas A, 19.360 kg x Rp2.300 =Rp44.528.000
            = kualitas B, 730 kg x Rp2.100            =Rp1.825.000
            = kualitas C, 520 kg x Rp2.000            =Rp1.040.000 +
            Jumlah                                                    =Rp47.393.000
  1. Biaya Persatuan Produksi
            Biaya persatuan produksi    
                                          =Rp 533,72149/kg
  1. Pendapatan Marginal
            Pendapatan marginal = total penerimaan –biaya variabel  
                                               =Rp 47.393.000 – 20.340.000
                                               =Rp 27.053.000
  1. Pendapatan Bersih
            Pendapatan bersih =pendapan marginal – biaya Pemeliharaan alat
                                          =Rp 27.053.000 – Rp. 84.000
                                          =Rp26.969.000





PENUTUP

Dari kegiatan Kewirausahaan Pemuda Pemula yang di laksanakan di desa Jogoloyo Pemohon dapat mengambil kesimpulan antara lain:
1.     Kewirausahaan Pemuda Pemula yang di laksanakan ,dapat menambah wawasan Pemuda dan mampu melakukan wirausaha di lingkungan masyarakat.
2.     Tanaman semangka non biji sangat banyak di gemari oleh masyarakat,karena memiliki kandungan gizi yang cukup di antaranya: Karbohidrat, Protein, Lemak, VitaminA ,C, Kalsium, Zat besi, Fosfor.
3.     Dengan adanya Kewirausahaan bagi Pemuda Pemula, Pemuda dapat bertanggung jawab dan mandiri serta dapat mengenal lapangan kerja.
4.     Dengan melihat analisa usaha budidaya tanaman semangka melalui ini maka di nyatakan tanaman ini layak untuk di budidayakan dan diusahakan karena setiap nilai rupiah yang di keluarkan yaitu Rp 1 di peroleh penerimaan senilai (3,01) sebagai hasil usaha tersebut.

Demikian proposal ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jogoloyo, 14 September 2015
Pemohon

Mujahidin














                                                                                                                     






















 






















                                                                                                           



























                                                                                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar